Create your own at MyNiceProfile.com
Tampilkan postingan dengan label FanFiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FanFiction. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

[FanFiction] Heart Without Love part 1/??

Title: Heart without Love
Part: 1/??
Author: Lee Chayeon
Genre: Romance
Main Cast: Jung Jinyoung as Jinyoung         
                  Jung Haewon as Haewon
                   Son Naeun as Naeun
Other Cast: Jung Eunji as Naeun best friend
                     Lee Hyukjae as Eunhyuk
                    Choi Sooyoung as Sooyoung

Break Time, Naeun POV
“Eunji-ah, ke klub voli yuk?” ajakku ketika bel istirahat berbunyi.
“mau apa ke klub voli? Kamu mau daftar jadi anggota memang?” tanyanya sambil mengeluarkan hp nya.
“engga, aku mau ikutan lomba gambar tuh. Yaiyalah mau daftar jadi anggota!” kataku kesal. Omo, ampun deh sahabatku ini, “dari tahun ke tahun kan aku juga ikut nya klub voli,”
“oyah? Waktu SD kamu ikutnya basket tuh! Ooppps!” kata Eunji sambil menutup mulutnya, “mianhae Naeun, aku.........”
“hehe, gwaenchana Eunji. Ak tahu kok, keadaanku sekarang ga memungkinkan buat aku main basket lagi. Yaudahlah, kajja!” kataku sambil menarik tangan Eunji.

Eunji POV
“oyah? Waktu SD kamu ikutnya basket tuh! Ooppps!” aigoo, aku keceplosan! “mianhae Naeun, aku.........”
“hehe, gwaenchana Eunji. Ak tahu kok, keadaanku sekarang ga memungkinkan buat aku main basket lagi. Yaudahlah, kajja!”
“Huaaaa, mianhae Naeun, aigoo, babo!” kataku memaki diri sendiri. “semua ini gara2 namja babo itu!”

Flashback~
“mianhae Naeun-ssi, tapi mau tidak mau kau harus mendengarkan berita menyakitkan ini. Ini semua juga demi kebaikkan mu, supaya kamu bisa turut menjaga kaki mu supaya tidak lebih parah lagi,” kata dokter Lee di kamar Naeun.
“arasso, lebih baik dokter cepat mengatakannya. Ada apa sebenarnya dengan kakiku ini? Aku lumpuh? Kakiku patah? Atau aku harus di amputasi dan tidak akan memiliki kaki lagi?” kata Naeun. Yeoja itu meluapkan semua perkataan yang sudah 2 hari ini ingin sekali ia katakan ke dokter Lee.
“kau tidak akan kenapa2 Naeun! Aku yakin itu, iyakan Dokter?” kata Eunji coa untuk menenangkna Naeun.
“saya harap seperti itu. Naeun-ah, akibat kecelakaaan yang kau alami 2 hari kemarin, kakimu mengalami..................................”
“ANIYAAAAAA!!!!!!!” teriak Naeun setelah mendengar penjelasan dokter.

Jinyoung POV
“ya, kau mau ikut aku ke lapangan indoor tidak?” kataku sambil bangkit berdiri dari kursi.
“tapi kan hari ini ga ada jadwal basket? Hari ini jadwalnya anak voli pake lapangan kan?”
“gwaenchana, kita liatin si Eunhyuk ajah nyeleksi anak voli. So, mau ikut ga?”
“hmmmm, boleh deh! Daripada di kelas doank. Yuk kajja!”

~sesampainya di lapangan indoor~
“bro! Gimana? Bnyak ga anak yang daftar klub voli?” kata Jinyoung menyapa Eunhyuk.
“yah lumayanlah, tapi pasti ga sebanyak klub basket hhahahaha,” kata Eunhyuk sambil tertawa.
“ga juga kok! Gue lyat anak kleas satu bnyak juga tuh yang ikut,” kata Haewon.
“ngomong-ngomong anak kelas satu, lyat deh yeoja yang rambutnya di iket yang di sebelah Sooyoung,” kata Eunhyuk sambil menunjuk ke arah Naeun.
“mana? Oh yang itu, wae?” kata Jinyoung sambil melihat ke arah yeoja yang di tunjuk Eunhyuk.
“buat ukuran anak kelas satu, dia termasuk hitungan jago juga loh, servis nya daritadi masuk terus, beda sama anak kelas satu yang lainnya.”
“eh?! Yeoja itu kan.............”

Eunji POV
“Eunji-ah, kau tunggu di sini saja yah. Tadi aku sudah tanya ke Sooyoung eonni, katanya tes nya Cuma 15 menit doank kok. Ga lama, oke?” kata Naeun sambil melakukan pemanasan kecil.
“iyadeh, jangan lama-lama aj pokonya, abis itu temenin gue ke klub Jurnal gantian,” kata Eunji sambil memainkan hp nya.
“sip deh sist! Gue ke lapangan dulu yah!”
“ngomong-ngomong anak kelas satu, lyat deh yeoja yang rambutnya di iket yang di sebelah Sooyoung,” kata seorang namja yang dudk di bangku sebelah Eunji.
“hmm, itukan Naeun, ngapain tu namja ngomongin Naeun?” kata Eunji sambil mempertajam pendengarannya.
“mana? Oh yang itu, wae?” kata namja yang lainnya.
“buat ukuran anak kelas satu, dia termasuk hitungan jago juga loh, servis nya daritadi masuk terus, beda sama anak kelas satu yang lainnya.”
“eh?! Yeoja itu kan Naeun?!” kata kedua namja serempak.
Mwo? Namja itu tahu Naeun? Aku yang penasaran siapa kedua namja itupun langsung menengok ke sebelah. OMONA! Mereka....Jung Jinyoung dan Jung Haewon! Cowo nyebelin yang udah buat Naeun sampe kaya gini! Kenapa mereka bisa satu sekolah sama gue dan Naeun sihh? Gawat nih!

Haewon POV
“eh?! Yeoja itu kan Naeun?!” kataku dan Jinyoung bersamaan. “kenapa dia bisa satu sekolah sama kita? Tunggu, kalo ada Naeun berarti.........”
“ada Eunji,” kata seorang yeoja menyahut perkataan menggantung Haewon.
“iyah betul, Eunji! Eh?”
“annyeong oppadeul! Long time no see,” sapa yeoja itu.
“Eunji! Lo sama Naeun sekolah di sini juga?” kata Jinyoung yang daritadi hanya diam saja.
“yupp! Ga nyangka ya, kita bakal ketemu di sekolah yang uda lama jadi inceran Naeun dan gue. Lo sama kenapa bisa balik ke Seoul lagi? Bukannya lo udah mutuson buat sekolah di Tokyo?”
“bukan urusan lo!” kata Haewon menjawab pertanyaan Eunji.
“lo dari dulu ga berbah ya, masih aja belain sahabat lo ini!” kata Eunji kesal karena yang menjawab pertanyaannya bukan Jinyoung.
“itu karena........”
“Eunji-ah!” teriak Naeun sambil berlari kearah kami.
“hai Naeun-ah! Long time no see ya!” sapaku begitu ia sampai di tempat kami.
“eh? Memang kita saling kenal ya?”
“HAH?” teriakku dan Jinyoung bersamaan.

Naeun POV
“Naeun-ah, kau lolos seleksi! Mulai minggu depan kau resmi bergabung bersama klub voli. Senang bisa mendapatkan anggota dari anak kelas satu yang sehebat kamu!” kata Sooyoung eonni stelah selesai seleksi.
“ahh, kamsahamnida! Aku juga senang bisa bergabung di klub voli ini. Sekali lagi, kamsahamnida,” kataku sambil membungkuk ke Sooyoung eonni.
“ne,”
Eh? Eunji ngapain di sana? Samperin ah~
“Eunji-ah!” teriakku sambil berlari ke arah Eunji.
“hai Naeun-ah! Long time no see ya!” sapa seorang namja ketika aku sampai di tempat mereka.
“eh? Memang kita saling kenal ya?” kataku bingung. Siapa namja ini? Memang kami pernah berteu ya?
“HAH?” teriak namja itu dan seorang namja di sebelahnya.
“noe.....kau tidak ingat siapa aku dan dia?” tanya namja itu.
“ne, jeon gieog-i annayo,” kataku tambah bingung. “Eunji-ah, siapa mereka?”
“eh? Oh mereka ini kakak kelas kita. Kau kan baru bertemu dengan mereka, pantaslah kau tidak mengenal mereka,” kata Eunji.
“he? Mworago????” kata Jinyoung tidak percaya apa yang baru saja ia dengar.

Jinyoung  POV
“Eunji-ah, siapa mereka?”
“eh? Oh mereka ini kakak kelas kita. Kau kan baru bertemu dengan mereka, pantaslah kau tidak mengenal mereka,” kata Eunji.
“he? Mworago????” kataku. Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar. Eunji bilang kalau ini pertemuan pertama Naeun dengan aku dan Haewon?? Jelas2 ini sudah pertemuan yang kesekian kalinya! Ada apa sebenarnya?
“ah itu, Naeun-ah...........” belum selesai Haewon berbicara, Eunji sudah memotong perkataan Haewon.
“Naeun-ah, kau lelah kan? Kita ke kelas aja yuk! Oppadeul, annyeong!” kata Eunji menarik tangan Naeun menjauhi kami.
“eh? Tunggu dulu...” kata Naeun mencoba menahan Eunji.
“aniyo, kau pasti lelah bukan, ayo kita kembali saja!” Eunji bersikeras membawa Naeun menuju kelas mereka.
Aku dan Haewon, serta Eunhyuk yang daritadi menyaksikan kmai berempat hanya terpana melihat kejadian di depan kmai. Suer, Eunji telah sukses membuat aku dan Haewon bingung!

Eunji POV
“sebenernya mereka siapa sih? Long time no see? Berarti gue udah pernah ketemu mereka dong? Tapi kok gue ga inget sih?” tanya Naeun ketika kami baru saja mendaratkan diri di meja.
“ah ehmm, ituu......” aku bingung harus menjawab apa ke Naeun. Apa aku harus berbohong atau berbicara sejujurnya ke Naeun.
“hey! Kok bengong sih? Jangan2, gue sama mereka emang udah pernah ketemu ya sebelumnya? Tapi gue lupa sama mereka, kan kata dokter waktu itu setelah kecelakaan kemarin gw bakal kehilangan setengah dari memori gue. Pasti memori gue tentang mereka juga ikutan ilang, ya kan Eunji?”
“lo seriusan mau ta, Naeun?”
“iyalah! Kalau mereka memang teman gue dulu, so pasti gue harus inget mereka kan............”
“ngga! Mereka bukan temen lo! Karena yang namanya temen ga akan sampe bikin temennya celaka! Tapi, lo emang kayak’a harus tau siapa mereka. Karena mereka juga bagian dari masa lalu lo.”
“maksud lo apa? Yodah, kalo giti balik yuk ke lapangan indoor,” ajak Naeun dan ia bergegas berdiri.
“ngga sekarang, pulang sekolah, oke?” kataku sambil menarik tangan Naeun untuk duduk kembali.
“loh? Emang kenapa ga sekarang ajah?”
Aku hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Naeun..

Jinyoung POV
“maksud nya si Eunji apaan sih? Kok dia bilang ke Naeun kalo kita baru ketemu sama Naeun?” kataku setelah Naeun dan Eunji meninggalkan lapangan indoor.
“gue jga ga ngerti kenapa. Tapi 1 yang gue ngerti, kita harus minta penjelasan ke Eunji sekarang juga,” balas Haewon sambil memuatr bola basket di telunjuknya.
“yaudah, ayo kita samperin Eunji ke kelas nya,” baru saja aku berdiri, terdengar suara Eunji di belakang aku.
“ga perlu, gue udah dateng ke sini,” katanya sambil melipat kedua tangan nya.
“to the point aja, maksud lo apa tadi?” kata Haewon setelah Eunji selesai berbicara.
“Naeun kena amnesia sementara,” kata Eunji tanpa basa basi.
“mwo???? Lo bercanda ya?” kata Haewon sambil bangkit berdiri dan menjatuhkan bola basket nya.
“are you sure?” kataku lebih tidak percaya lagi. Amnesia?????
“buat apa gue bercanda? Ga lcu sama sekali , oke? Dia kena amnesia sementara waktu kecelakaan 4 tahun yang lalu di malam kelulusannya dari SD. Karena sahabat gue terlalu bodoh, dia rela lari keluar rumah demi mengear seorang namja yang ga bertanggung jawab sama janjinya sendiri yang udah dia buat ke sahabat gue. Naeun ga beruntung saat itu, mobil yang saat itu sedang melaju dengan kencangnya menabrak Naeun sehingga dia harus mengalami amnesia ini. Dan lo bisa tebak kan? Semua itu gara2 siapa? Hmm? Jung Jinyoung?”

Author POV
Hening.... tidak ada yang bersuara sampai ketika Eunji menyelesaikan kalimatnya. Semua sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Amnesia? Janji? Tabrakan? Tidak lama setelah itu, akhirnya jinyoung membuka mulutnya, “gue..... “







CUT! To Be Continued~ :)

my 2nd FF akhirnya jadi juga~ *lompat2* heheh.. setelah hiatus lebih dari 3 bulan, akhirnya gue comeback dengan FF kedua ini.. hehehe :) hope you like it readers :)

Rabu, 06 April 2011

[FanFiction] I'm okay without you, my princess (part end)

Title : I’m okay without you, my princess
Author:  Lee Cha Yeon
Genre: magic, romance
Casts: Choi Min Ho as Minho
            Lee Chae Ra as Chaera
            Lee Chae In as Chaein

Other cast: Choi Sooyoung as Sooyoung
Cameo: Kim Jonghyun as Jonghyun


Chaein POV

-tidak lama setelah itu-
Kyaaaaaaa.........
“ Aigoo, suara Chaein!! Kenapa dengan dia? “ kata Minho yang sedang asyik bermain.
“ ya! Chaein-ah! Apa yang kau lakukan di sana? “ kata Minho setelah bisa menemkan asal suara itu.
“ apa kau tak melihatnya? Kau tak lihat bahwa aku terjatuh? “ kataku kesal sambil memegangi lututku yang kesakitan.
“ omona! Mianhae Chaein-ah! Lebih baik kita keluar dari sini “ kata Minho sambil memapahku berjalan.

“ gwaenchanha? Lututmu sudah tidak apa-apa kan? “
“ ne, gwaenchanha, sekarang sudah lebih baik “
“  aish, seharusnya kau bilang padaku kala kau itu sebenarnya tidak bisa bermain, jadi kan aku bisa membantumu. Lagian pake sok-sokan ngajakin aku main iceskating sih, kan ma- “ belom selesai Minho berbicara aku sudah memotongnya.
“ jadi, sekarang intinya kau menyesal mengajakku pergi? Kalau gitu ngapain tadi kau datang ke rumahku? Mood ku jadi tambah buruk saja! “ kataku sambil berjalan menjauhinya.
“ aish, jangan marah donk! Aku juga Cuma bercanda. Yayaya? “ kata Minho coba merayuku.

=============
Minho POV

“ jadi, sekarang intinya kau menyesal mengajakku pergi? Kalau gitu ngapain tadi kau datang ke rumahku? Mood ku jadi tambah buruk saja! “
Aigoo, tanda-tanda bakal ngambek nih. Gawat. Kalo Chaein uda ngambek kan susah di baei lagi.
“ aish, jangan marah donk! Aku juga Cuma bercanda. Yayaya? “ kataku coba merayunya.
“ mood ku sudah habis gara-gara kamu. Lebih baik kau antar aku ulang “
“ yah, masa uda mau pulang sih? Belom juga 1jam di sini? Jalan-jalan dulu ya? Ah, kau tunggu disini ssebentar “
“ ya! Kau mau kemana? “

-10 menit kemudian-
“ tadaaaaaaaa “
“ au dingin “ kata Chaein sambil memegangi pipinya.
“ nih. Icecream coklat dengan toping di atasnya “ kataku sambil memberikan icecream kesukaan Chaein. Hohoho, pasti ga bisa nolak deh.
“ apaan nih? Nyogok ceritanya? “
“ apa sih? Jahat banget “ kataku sambil memukul pundak Chaein pelan.
“ tapi, gomawoyo Choi Minho “ katanya sambil tersenyum. Manis banget!!!!!

=============
Chaein POV
08.00 PM
Chaein Room’s

Omona!!! Mimpi  apa aku kemarin sampai-sampai bisa pergi bareng Minho. Ini sih jauh lebih bahagia daripada di kasip appa voucher gratis nginep di pulau jeju. Aaaaaaa.....
“ senang ya? “ kata seseorang.
“ aigoo! Nuguseyo? “
“ ini eonni “
“ aish, eonni rupanya. “
“ ottokhe? Senang bisa jalan sama flaming charisma-mu itu? “ kata Chaera eonni sambil duduk di kasurku. Dia terlihat cantik dengan busana serba putih yang ia gunakan sekarang. Sayang, wajahnya terlihat sedih walau sekarang ia sedang memaksakan untuk tersenyum.
“ eonni bilang saja kalau cemburu. Gausa memaksakan diri seperti itu. “
“ aniyo. Siapa bilang aku cemburu. Masa sih aku cemburu dengan dongsaeng sendiri? “ kata eonni sambil memalingkan mkanya.
“ kita sudah hidup bersama selama 17 tahun, aku tahu kau lebih dari siapapun. Mianhae eonni “ kataku sambil memeluknya.
“ gwaenchanha, Chaein. Aku yang menyuruhmu untukmencintainya. Masa aku juga yang cemburu? Hahaha, babo “ katanya sambil tertawa. Tertawa yang sangat jelas dipaksakan.

============
Minho POV
08.00 PM
At Sooyoung Noona Room’s

“ mworago? Kau kena marah oleh Chaein karena meninggalkannya di arena iceskating? Hahahahaha, neo jeongmal baboya. Masa yeoja sendiri gatau kalau ga bisa maen iceskating “ kata Sooyoung Noona tertawa bahagia.
“ ya, noona! Aku ke sii bukan untuk di tertawakan! “ kataku sambil melempar bantal ke mukanya.
“ kau ini, benar-benar namdongsaengku yang ajaib. Sepertinya dulu kau juga pernah bercerita hal yang sama seperti ini kepadaku pada lang tahun Chaera. Kau juga meninggalkannya di arena yang sama “
“ jinjja? Aku lupa hal itu “ sebenarnya sih aku tahu jelas hal itu, hal yang sungguh menyedihkan bagiku. Tapi aku tidak mau terlihat odoh di depan noonaku ini.
“ ottokhe? Perasaan sayangmu itu sudah berbunga mejadi cinta belum? “
“ Entahlaah, aku bingung. Tapi, ketika melihatnya jatuh dan terluka tadi, hatiku sakit sekali “
“ hmm, itu hatimu sakit gara-gara ga tega atau kau emang punya penyakit hati? Sepertinya aku harus lapor ke eomma “
“ YA, CHOI SOOYOUNG!!!!!!! “
“ hehehe, mianhamnida Choi Minho. Oke, aku serius sekarang. Haishh, sepertinya punya namdongsaeng lebih merepotkan ketimbang punya yeodongsaeng. “ kata noona masih dengan nada bercandanya.
“ terserah kau mau bicara apa. Pantas saja, Jonghyun Hyung sering curhat ke aku tentang dirimu, ternyata seperti inilah dirimu sebenarnya “ kataku tak mau kalah.
“ MWORAGO???? “

============
Minho POV
At Minho Rooms
Hohoho, mengancam Sooyoung noona ternyata ampuh juga. Setelah mendnegarkan ceramahnya panjang lebar aku sekarang tau perasaanku sebenarnya seperti apa ke Chaein. Yang noona katakan ternyata benar, sebenarnya dari dulu yang kucintai itu bukan Chaera, tapi Chaen. Berarti cintaku selama ini ke Chaera hanya merupakan suatu rasa ingin memiliki tapi tidak didasarka oleh cinta. Miris. Hubungan yang sudah 3 tahun ini ternyata hanya suatu hubungan semu. Mianhaeyo, Lee Chaera......... sepertinya aku harus melaksanakan misi ini secepatnya.
“ noooooooonaaaaaaaa “

========
Chaein POV
Wednesday, 17 september 2010
06.00 PM

“ annyeonhasimnika Lee Chaein. Long time no see, ya “ sapa seseorang di depan kamarku.
“ ah. Sooyoung eonni. Annyeonghasimnika. Wae? “
“ hohoho, tau aja kalau aku ada maksud. Ganti baju deh. Abis aku ikut aku jalan-jalan. Gimana? “
“ eh? Kok mendadak sih? “ kataku kaget.
“ ya gapapa donk. Tiba-tiba lagi pengen jah. “
“ youdah deh, aku ganti baju dulu “
“ pake baju yang bagus ya “ teriak Sooyoung eonni di kamarku.

“ ne, sudah. Kajja “ kataku sehabis keluar dari kamar mandi.
“ aigoo, neomu yeppeo “ kata Sooyoung eonni samil memandangku.
“ aish, berlebihan ah. Yuk kajja “ kataku tersipu malu.
“ ne, kajja “

============
Minho POV
At Seoul Park

“ hyung, gomawo udah bantu aku menatanya. “
“ hahaha, ne. Cheonman. Sebagai kakak ipar yang baik sudah seharusnya aku menolongmu. “ kata Jonghyun hyung. “ kita tinggal nunggu mereka datang. Fighting, Minho! “
“ ne, kamsahamnida “
Omo, deg degan banget!!!!!

-30 menit kemudian-
“ nah itu mereka datang. Fighting ya. Aku tinggal “ kata Jonghyun hyung memberi semangat aku.
“ ne “

===========
Chaein POV

“ nah Chaein, kau masuk ke taman itu sendiri ya. Aku tinggal sebentar. Ok “
“ eh tunggu, eon “ belom selesai aku berbicara Sooyoung eonni sudah meninggalkanaku sendiri. Akhirnya aku masuk taman itu sendirisn. Tak diduga, taman itu sungguh indah malam ini. Banyak lamou yang menghiasi taman itu. Tiba- tiba terdengar sebuah alunan lagu


:: Nae sarangi jejariro oji motago
Heullin nunmulmankeum meolli ganeyo
Naneun ijeoya hajyo geudae neomu geuriwo
Nareul apeuge haljineun mollado ijeoyo ::

“ Minho? “
“ oh, kau sudah datang. Sini. “
“ neo...kau yang menyiapkannya? Indah “
“ ne, infah kan? “
“ lagu itu ? “
“ hanya iseng “
“ suaramu bagus “
“ gomawo. Chaein, lihat itu “
“ hmm? Omonaaaaa!! Jeongmal kyeopta! “ kataku setelah melihat tulisan ‘SARANGHAE’ di depanku yang terbuat dati lampu-lampu yang bersinar indahnya.
“ eh? Sarang....hae? “
“ ne, saranghae. Maukah kau menjadi yeojachinguku? “
“ eh? “
“ hmm? “
“ nae....naega....naega....ehm, aku mau “ kataku malu-malu.
“ jeongmal? “
“ ne, jeongmal “

Tringgg.......
“ gomawo Chaein, Minho. Gomawo. Jeongmal gomawo “ tiba-tiba eonni datang. Tapi hanya kata gomawo yang ia katakan. Eonniii, mianhae.
“ LEE CHAERAA EONNI. SEMOGA KAU TENANG DI SANA.MINHO BIAR AKU YANG JAGA “ teriakku sekeras-kerasnya.
“ ne, saebgi. Gomawo. Mungkin Minho memang hanya untukmu. “ terdengar suara eonni lagi.
“ Chaera-ah, jangan khawatir! Chaein biar aku yang jaga! “ kata Minho ga mau kalah.
“ hehehe, jadi kita pacaran ya? “
“ ne. Kau sekarang adalah yeojachingu-ku. Jangan cari namja lain ya! “ anmcamnya.
“ ne, kau juga! “

========
Chaera POV
At heaven

“ Chaera chukkae. Tugasmu selesai. Kau bisa masuk ke surga sekarang “ kata Kim ajusshi.
“ ne, ajusshi. Gomawo “
Chaein, Minho. Kalian bahagia ya di sana. Minho, ternyata cinta sejatimu memang hanya untuk Chaein. Bukan untuk aku. Mian selama ini sudah membuatmu mencintai yeoja yang sebenarnya bukan yang menjadi cintamu. Mianhaeeeeee........


THE END ~
RCL ya :) don't be silent reader. mian kalau jelek, masih pemula :)


[FanFiction] I'm okay without you, my princess (part II)

Title : I’m okay without you, my princess part 2
Author: Lee Cha Yeon
Genre: magic, romance
Casts: Choi Min Ho as Minho
            Lee Chae Ra as Chaera
            Lee Chae In as Chaein
Other cast: Choi Soo Young as Sooyoung


Chaein POV

Psst pstt..
Mwo? Suara apa itu? Kaya ada yang manggil?
“ psst Chaein, ini aku “
Ih, suara apa tuh? Ada yang manggil kok gaada orangnya?
“ babo! Ini aku ”
Beginilah aku, sekarang akau lagi kebingungan, sebenarnya siapa yang manggil aku sih? Aku pun memutar kepala ku dan melihat kesekeliling kelas. Engga ada, semua orang sibuk sama pekerjaannya sendiri-sendiri. Gaada tanda-tanda orang yang manggil aku. Terus?
“  ya, Lee Chaein, apa yang kau lakukan? Kenapa dari tadi muter-muterin kepala gitu sih? Pusing? Wkkakakak.. “ ujar Minho.
Aku tidak menggubris ucapannya. Aku masih bingung siapa yang sebenarnya memanggilku. Aigoo..

==========

Chaera POV

aigoo, anak ini memang super duper babo ya. Di panggilin ga mau nyaut juga. Baru juga aku pergi  2minggu dia sidah melupakan wajah imutku *Chaera narsis*. Apa rencanaku ini akan berjalan ya kalo orang yang mau dimintain tolong aja baboya ga ketolongan. Emang si, yeodongsaengku ini sedikit ‘lemot’ dalam berfikir wkakakak..

-flashback-
Wednesday, 18 September 2010
10.00 PM , times in heaven

Tok..tok..tok
Aku mengetuk pintu seorang yeoja di kamar malaikat. Pintu kamar yang sedang aku ketok itu adalah pintu kamar malaikat Seira, malaikat yang biasanya memberikan saran untuk para penghuni kerajaan Pearl yang harus melaksanakan tugas seperti aku ini. Oya, Pearl itu adalh kerajaan tempataku tinggal sekarang, sambil menyelesaikan tugasku.
“ masuk “ terdengar jawaban dari dalam kamar.
“ annyeong, eonni. Mian aku ganggu eonni malam-malam “
“ gwaencana, Chaera. Waeyo? Kau kesulitan menghadapi tugasmu itu? “
Malaikat pintar, kataku dalam hati. “ ne, eonni. Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku sudah mencoba untuk mencari jalan keluar, tapi tetap saja sangat sulit “
“ hmm.. aku sudah melihat video mimpi yang ajusshi berikan padaku. Menurutku tak terlalu susah. Kau buat saja namja itu mengerti dengan semuanya lewat yeodongsaengmu itu. Aku dengar kalau yeodonsaengmu menyukai namja itu kan? Pasti mudah untuknya melakukan ini..”
Oiyaya? Chaein kan pernah suka sama Minho, kenapa ga aku buat Minho suka sama Chaein aja ya?
-flashback end-

Hoho.. pintar kan ideku itu? Ya walau nantinya aku harus sakit hati, toh yang memiliki Minho nanti adalah dongsaengku sendiri..

==============
Chaein POV

“ eonni ? “
Aku coba membalas panggilan orang tadi. Siapa tau beneran eonni aku.
“ aigoo, akhirnya kau sadar juga kalau aku ini eonni-mu “
“ jeongmalyo? Chaera eonni? “
“ ne, kau pergilah ke tempat biasa, aku menunggumu di sana. Palli! “

“ eonni, aku sudah datang, eonni dimana? “
“ aku disini, Chaein “  terdengar suara eonni lagi. Aku coba meyakinkan diriku kalo eonni memang ada. Ga di sangka, 5 detik setlahnya eonni muncul dihadapanku.
“ omona!! Chaera eonni!!!!!! “ aku langsung memeluk eonni ku itu. Eonni pun membalas pelukanku. Senangnya bisa bertemu eonni lagi.
 “ annyeong naui yeodongsaeng. Bogoshipo? “ tanya eonni ku sambil melepaskan pelukanku.
“  tentu! Jeongmal bogo.......shipo, ada apa? “
“ aku ingin meminta bantuanmu “

===============
Minho POV

“ ya , kau mau kemana ? “ ku lihat Chaein hendak meninggalkan tempat dduknya.
“ eh, itu. Aku mau ke toilet dulu. Bentar ya “
Mwo? Ada yang aneh dengan Chaein. Abis ngomong-ngomong sendiri sekarang malah pengen ke toilet.lebih baik aku ikuti dia.
“ ya Kyuhyun-ah! Nanti ketika absen, tolong bilangin ke Kim seongseonnim kalau aku dan Chaein ijin ya. Bilang aja ada urusan keluarga. Oke? “
“ sippo, man “ kata Kyuhyun sambil menepuk punggungku.

Ke atap sekolah? Ngapain Chaein kesini? Dia kan Cuma mau kesini kalo sama Chaera atau ga aku. Soalnya dia takut kalau pergi sendiri. Sekarang kenapa dia mau-maunya kesini sendirian? “

“ MWOYA???? “ terdengar suara Chaein berteriak di dalam.
Eh? Ada apa? Minho mencoba untuk mendekatkan kupingnya ke pintu atap sekolah lagi.
“ ayolah Chaein , bantu aku. Waktuku tidak lama lagi “
Mwo? Kok ada suara Chaera? Ini aneh!
“ anni anni anni. Shiro! Kau gila ya , eon? Minho itu hanya mencintai kau seorang! Kenapa sekarang aku harus memaksanya mencintai aku? Kau gila! Mana jmungkin dia mau. “
“ ya! Tapi itu satu-satu nya jalan keluar supaya dia bisa melupakan aku. Jika dia seperti itu terus aku tidak akan bisa ke sura untuk selamanya. Waktuku tinggal 3 hari lagi “
“ hajiman..... “
“ Chaein, aku tau. Kau dulu pernak mencintainya kan? Tolong aku...... “

Chaera....... dia..dia memminta aku untuk mencintainya Chaein? Lalu katanya kalau aku mencintai Chaein dan melupakan dia, Chaera baru bisa masuk surga? Apa-apaan sih ini???????

=============
Chaein POV
03.00 PM
Chaein Romm’s

Ottokhe? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Eonni ku rasanya memang sudah gila. Dia menyuruhku melakukan hal yang sungguh gila. Tapi, jika aku tidak menolongnya, dia bilang kalo dia ga bakal bisa masuk surga. Gimana sekarang?

Tok..tk..tok..
“ masuk “ teriakku dari dalam.
“ annyeong “ sapa Minho sambil masuk ke kamarku.
Ih pas banget, lagi mikirin dia eh sekarang anaknya nongol, kata ku dalam hati.
“ waeyo? Tumben dateng?
“ emang ga boleh” kata Minho sambil duduk di kasurku.
“ anni, aku kan tidak bilang kalau kau tidak boleh datang, Cuma bilang tumben datang “ kataku sambil mengambil minuman di kulkas kecil yang ada di kamarku.
“ hupp.. jalan yuk? “ kata Minho seraya menangkap kaleng minuman yang aku lempatkan ke dia.
“ mwoya? Jalan? Ga salah? Aku ini Chaein loh bukan Chaera. Lee Chae In “
“ babo! Aku juga tau kalo kamu tuh Lee Chae In, bukan Lee Chae Ra. Memangnya ku bodoh apa? “
“ loh? Bukannya kamu memang bodoh? Baru tau ya? Hahahahah... “
“ ya! “ teriak Minho sambil ‘menerkamku’.

“ jadi, ma apa engga? “ tanya Minho setelah selesai ‘menerkamku’.
“ hmm, boleh deh. Mumpung lagi bedmood. Kajja! “ katak sambil berjalan mendekati pintu.
“ ya ya, stop stop stop!! “
Teriakan Minho sukses membuatku berhenti di depa pintu. “ apa sih???? Katanya mau pergi? Sekarang kok di suruh stop? Jadi ga sih? “
“ jadi pergi sih jadi, tapi bakal ga jadi kalo kamu pakai baju itu, aku ga mau nanti mata cowok-cowok ngeliatin kamu gara-gara pakaianmu itu “ kata Minho sambil menunjuk-nunjuk tubuhku.
Oiya! Sekarang kan aku cuma pakai tanktop plus celana ketat pendek. Bener juga katanya.
“ ahhh, ya sudah, kau keluarlah. Aku ganti baju dulu. 5 menit lagi aku turun. “
Tanpa ada aba-aba, Minho langsung turun ke lantai bawah dan menunggu Chaein yang mengganti bajunya.

============
Minho POV
01.30 PM
Minho Room’s

“ hah, pulang juga akhirnya “ kaktaku sambil meltakkan tas ku di meja.
Apa sih maksud percakapan Chaein dan seorang yeoja yang suaranya mirip dengan Chaera tadi? Apa yang yeoja itu katakan memang benar? Kalau kelakuan ku ini menghambat Chaera masuk ke dunia surga? Benarkah? Jadi maksudnya, jika aku bisa mencintai Chaein dan berusaha merelakan Chaera pergi, Chaera akan bisa masuk ke surga dan hidup tenram di sana? Begitukah?

 “ omonaa!!!! Bagaimana sekarang? Aku tidak mencintai Chaein, aku hanya menyayanginya. Masak aku harus mengubah rasa sayang itu menjadi rasa cinta? “ kataku berbicara sendiri.
“ bisa saja! “ kata seseorang yang tiba-tiba masuk kamarku.
“ aigoo! Siapa itu? “ kataku kaget dan loncat dari tempat tidur.
Setelah aku menyadari siapa yang masuk, aku pun melemparnya dengan bantal.
“ ya, noona! Kau tahu kalau kau hampir membuat jantungku loncat dari tempatnya? “
“ minhae Choi Minho. Ga bermaksud kok, hanya berniat. Hahahaha.. “ kata noona-ku sambil melmpar bantal itu balik.
Ya, yang menjawab perkataanku tiba-tiba dan orang yang hampi membuat jantungku loncat itu adalah naui noona, Choi Soo Young, noona sekaligus saudaraku satu-satunya.
“ jadi, apa maksud noona tadi? “ kataku setelah noona duduk dan membuka laptopku.
 Hmm, maksud noona? Apaya? Lupa tuh “
“ ya noona! Keluarlah kau jika tidak bisa membantuku!!!! “ teriakku kesal. Noonaku ini memang sungguh menyebalkan.
“ hahahah.. mian adikku cinta. Maksud noona, perasaan sayang itu bisa di ubah menjadi perasaan suka. Memang kamu gatau ya? Awal dari seseorang mencintai orang lain itu kan rasa sayang “ kata Sooyoung noona sambil online di laptopku.
“ benar juga kata noona. Tapi itu ga gampang, noona. Satu-satunya orang yang kucntai itu ya Lee Chae Ra. “
“ akan menjadi gampang kalau kau amu berusaha “

-5 menit kemudian-
“ arasoe! “ teriakku sambil menuju kamar mandi.
“ apa yang anak itu pikirkan sekarang? “ kata Sooyoung karena kaget mendengar teriakan namdongsaengnya.
“ noona, aku pergi dulu ya. bye! “
“ apa yanh ingin kau lakukan? “
“ menjalankan misi!”

============
Chaein POV
04.00 PM
At MOS (Mall Of Seoul)

“ sekarang kita mau kemana? “ tanyaku ketika aku dan Minho memasuki MOS.
“  Hmm, kita jalan-jalan sampai puas,oke? “
“ oke si oke, tapi kita mau kemana? Aku belom pernak kesini loh “
“ belom pernah kesini? Kasian amat “ kata Minho dengan nada mengejek.
“ kau tau? Kau itu MENYEBALKAN!! “ kataku sambil berlalu meninggalkan Minho.
“ ya, kok nganbek sih. Bercanda doank kok “ kata Minho sabil berlari mengejarku.
“ ga ngambek kok. Maen iceskating yuk “
“ huh? Cepet amat marahnya. Yodah , ayuk “

“ nih pakai “ kata Minho sambil memberikan perkakas yang harus di pakai.
“ gomawo “ kataku sambil memakai perkakas itu.
“ kajja “ kata Minho sambil bberjalan menuju arena.

-tidak lama setelah itu-
Kyaaaaaaa.........

to be continued~